Iwan Kurnianto

Guru Matematika di SMP N 3 Bae Kudus. ...

Selengkapnya
Guru Ber-game online

Guru Ber-game online

Oleh : Iwan Kurnianto

Kamis, 16 Mei 2018

Kemarin, dunia pendidikan tersentil keras oleh iklan. Bak kebakaran jenggot, semua menghujat. Iklan tak tau mau, iklan sesat, dan iklan yang sangat merendahkan profesi guru. Bahkan ada yang berencana melaporkan dengan pasal pencemaran nama baik profesi. Itulah, salah satu iklan kontroversi yang justru berhasil mempersatukan banyak guru dalam satu pemikiran.

Guru, dari dulu sampai sekarang masih mengedepankan azas "digugu lan ditiru". Hal inilah yang membuat guru masih rapi berjalan pada koridornya. Di manapun tempat, seorang guru tetaplah guru. Sedang membajak sawah, guru. Ketika kondangan, guru. Bahkan, ketika sedang mengisi pengajian, juga guru. Itulah istimewanya guru, di manapun tempat pasti mendapatkan tempat.

Sulit memang menjadi guru. Terlebih untuk generasi muda dan millenial yang kebetulan memilih profesi ini. Sering repot dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan. Bagaimana tidak? Rambut gaya dibilang tidak sopan, berdandan millenial dibilang tidak etis, dan berkomunikasi gaul dibilang sok gaya. Ribet memang. Padahal, guru muda ini hanya ingin tampil menyesuaikan era. Apa salah?

"Pokoknya kalau jadi guru itu harus siap menanggalkan kebiasaan dan hobi kita yang tidak mencerminkan sikap dan perilaku seorang guru!" Seringkali kalimat ini terlontar dari guru senior kepada junior yang baru saja bergabung. Baik sih, namun sedikit memaksa. Biar yang baru mengikuti yang lama. Padahal, belum tentu yang baru ini lebih sedikit ilmu dan pengalaman ilmunya. Bisa jadi, junior ini lebih jauh konsep berfikirnya dengan ilmu-ilmu terbarukan. Bisa juga, banyak hal yang bisa senior dapatkan pada sosok junior ini, kecuali kebiasaan yang sudah mengakar di wilayah tersebut.

Revolusi industri 4.0 itu tabu, namun semakin kentara dampaknya. Dunia pendidikan menjadi salah satu bagian yang harus ambil peran. Bagaimanapun, ujung tombak suatu negara adalah pendidikan. Bagaimana kita pergi ke era itu jika pendidikan kita tertinggal dalam hal teknologi informasi? Bagaimana kita menyiapkan generasi handal bila mesin-mesin kita sudah tidak layak jalan? Mau tidak mau, perkembangan dan pertumbuhan teknologi itu membabi buta. Siapa saja terdampak, termasuk anak didik kita. Tanpa kita mengetahuinya.

Jangan kaget bila suatu saat mereka dapat menjawab soal-soal yang terlalu biasa kita berikan, semua sudah terjawab di internet. Jangan heran bila mereka (siswa) akan lebih up to date dengan informasi-informasi terkini yang sedang viral. Jangan baper bila ternyata mereka (siswa) sudah jauh ke depan dari ekspektasi kita dalam hal pergaulan. Bisa nyesek dan ngelus dada, broo.

Lantas gimana broo? Ikuti arus dong. Bekal kita sudah cukup kok. Bekal yang kita miliki inshaalloh cukup untuk tidak terseret dalam derasnya arus informasi dan teknologi. Justru kita akan selalu up to date dan progress informasi. Kita juga akan semakin mudah mengawal dan memfasilitasi mereka (siswa) untuk tidak tersesat dari arah cita-cita. Dalam pandangan yang selaras antara guru dan siswa, akan memudahkan komunikasi, fasilitasi maupun transfer pengetahuan pada keduanya.

Tentang game online mobile legend, dan lainya sebagainya, saya cocok. Sangat setuju untuk konten pendidikan dimasukkan ke dalamnya. Pendidikan karakter berbasis game online sangat-sangat perlu dan segera. Sebagai bentuk jawaban atas tantangan millenial. Saya juga ingin sekali, materi dan soal-soal hots matematika menjadi bagian dari keseruan game online ini. Siapapun nanti yang berhasil mencetuskan harapan ini, salam hormat dari kami. Berpikir millenial maju ke depan boleh, melupakan etika jangan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali