Iwan Kurnianto

Guru Ndeso. Nyebe, ngetrail dan hunting besi tua bagian tak terpisahkan dari kebahagiaan. Justru antusias menulis baru dimulai sekarang. ...

Selengkapnya
TERBAYAR LUNAS

TERBAYAR LUNAS

Akhirnya Terbayar Lunas

"Selamat Pagi Bu Endang, mohon maaf saya ijin hari ini untuk bimbingan ke kampus." " Bu Endang, saya mau ijin untuk bimbingan hari ini". "Mohon maaf Bu Endang, saya ijin ke kampus untuk bimbingan".

Kalimat itulah yang selama ini rutin dan sering kukirim lewat WA ke atasan saya. Saya malu sebenarnya. Hal ini terjadi tidak karena satu dua kali, tapi terlampau sering soalnya. Jadi saya sadar dan memaklumi bila beliau sering marah sama saya.

Ini bukan masalah ewuh pekewuh. Ini masalah anak anak. Ketika saya ijin, otomatis anak anak hanya mendapatkan tugas saja. Belum lagi ketika kelas tidak ada guru, pasti suasananya kurang terkontrol baik. Segala macam hal tak terduga bisa saja terjadi. Hal inilah kadang yang membuat saya merasa bersalah, walaupun sampai saat ini semuanya baik baik saja.

Pernah ketika itu karena sulitnya mengatur waktu, saya harus ijin 2 kali semiggu. Saya tahu beliau tidak berkenan. Saya tahu dari dari sikapnya ketika berpapasan dengan saya. Memang sangat wajar bila begitu, memang saya yang kelewatan. Ya sudahlah, biarlah itu menjadi bagian buruk saya. Hal yang mengecewakan semua.

Hari itu tanggal 6 Juni 2018. Waktu yang sudah dijadwalkan, pukul 08.00 saya sidang. Dengan segala upaya, saya mencoba mengikuti. Pertanyaan silih berganti selepas saya memaparkan. Hampir setiap jawaban saya tidak begitu benar. Belum sepenuhnya benar, tepatnya. Dua jam berlalu dengan penuh intrik dan ketegangan. Beliau berempat meminta saya menunggu di luar.

Dengan harap harap cemas, ku menunggu hingg terduduk lemas. "Silahkan masuk mas", salah satu dari beliau memintaku. Setelah bla..bla..bla...oke diputuskan, bahwa saya LULUS. Alhamdulillah, matur nuwun ya Alloh.

Bagi saya, semua tak sesederhana itu. Itu hanya tugas akhir. Banyak menguras waktu. Banyak menguras materi dan pikiran. Harus kuat. Pantang menyerah. Dan yang pasti, tetap semangat selalu.

Ternyata, semua tak berhenti di situ.

Justru lelah dan capek dimulai di sini. Dari revisi, nyari orang hingga minta stempel. Semua harus melangkah sendiri, berhari hari lamanya.

Dengat niat bismillah, semua kuterima. Kulalui. Kuhadapi. Apapun itu. Karena: sudah tak ada waktu.

Ya benar. Februari 2018 adalah kesempatan terakhir. Semua harus berbekas. Saya bingung harus bagaimana. Judul lama harus berganti, karena data sudah tak valid lagi.

Waktu itu hanya "Saya yakin bisa Pak," ketika kaprodi bertanya. Pokoknya waktu itu yakin dan yakin. Dalam benak saya, "sudah kalah banyak masak mundur". Berbekal optimis tanpa bekal saya memulai. Tepatnya Februari 2018.

Dataku harus baru, begitu pintanya. Aku bingung harus bagaimana. Berbekal data lama kucoba telusuri. Akhirnya semua ketemu. Berbekal itu kucoba melangkah. Melangkah lebih sering. Pelan tapi pasti bulan maret analisis kumulai.Dari data mentah, chi kuadrat dan anava dapat kulewati. Aku tak menyerah.

Dalam perjalanan waktu, aku sangat lelah. Ingin rehat sebenarnya, namun waktu sudah tak tersisa. Aku ngebut. Aku ngoyo, aku mbatek, dan aku kudu terus. Hingga tak berasa, berjumpa juga waktu itu. Bulan enam, tanggal 6, bulan 2018. Aku sidang. Dan aku lulus. Amin.

Beberapa hal yang bisa kupetik, diantaranya;

1. Usaha tidak pernah menghianati hasil.

2. Dalam keterbatasan, hanya keyakinan yang dibutuhkan, lainya mengikuti.

3. Menjaga kobaran semangat sangatlah penting, jangan sekalipun mencoba untuk kendor apalagi padam. Karena untuk memulai lagi, butuh tenaga dan waktu yang berlipat.

4. Terakhir doa keluarga sangat penting, mohonkan selalu kepadaNya.

Mojogedang, 9 Agustus 2018

Iwan Ora Fals

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali